Jumat, 24 Oktober 2008

PANEN PADI MENINGKAT 42 % DENGAN SUPERFARM SI BALI

Blahkiuh, Badung, Bali, 17 Oktober 2008

Pertanian organik saat ini menjadi suatu alternatif mengatasi permasalahan industri pertanian saat ini. Dengan pengembalian bahan organik dapat mengembalikan kesuburan tanah, peningkatan produktifitas pertanian dan menurunkan biaya produksi. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian petani.

Pada kegiatan Evaluasi Usaha Tani Padi yang dilakukan di Subak Blahkiuh, Abiansemal, Kabupaten Badung, salah satu area sawah yang diperhitungkan produktifitasnya menggunakan teknologi pertanian organik Superfarm yaitu penerapan pertanian meliputi upaya pengembalian kesuburan tanah dengan menggunakan teknologi decomposer, pemenuhan nutrisi tanaman baik unsur makro maupun mikro serta pengendalian hama terpadu organik. Dengan aplikasi teknologi ini, mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi industri pertanian, seperti kelangkaan dan kemahalan pupuk saat ini. Hal ini dikemukakan oleh Satria Khresna Wardhana, Direktur PT. Greenland Niaga Indonesia.

Hasil perhitungan produktifitas yang dicapai sebesar 11.3 Ton per hektar varietas Ciherang, sedang hasil perolehan dengan pola tanam konvensional rata rata sebesar 7.6 Ton atau meningkat sebesar 42%. Disampaikan oleh I Nyoman Mudra petani yang mengelola lahan tersebut bahwa hasil panen kali ini sangat luar biasa, hasil yang diperoleh optimal apalagi biaya yang dikeluarkan lebih rendah 20% dari dibanding sebelum menggunakan teknologi ini, karena hanya menggunakan 50% pupuk kimia. Pada lahan lain miliknya yang sudah dipanen dan menggunakan teknologi ini hasil rendemen dari gabah kering giling menjadi padi adalah sebesar 70%.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung, I Gusti Made Agung, sangat mendukung dengan diaplikasikannya pola pertanian organik diwilayahnya. Terutama pada masa saat ini kesulitan dan kemahalan pupuk kimia yang memberatkan petani. Dan diharapkan teknologi pertanian organik Superfarm dapat mengatasi kendala pertanian saat ini. Terutama dalam upaya mengembalikan kesuburan dan unsur hara tanah, sangat dianjurkan untuk memanfaatkan jerami untuk dijadikan pupuk organik, apalagi bila teknologi yang digunakan saat ini dapat melakukan dekomposisi hanya 5 hari. Selain itu dasampaikan bahwa Pemkab Badung sangat mendukung usaha pertanian dan intensifikasi pertanian pada Subak subak yang dibina secara intensif oleh Dinas.

Pada acara Evaluasi Usaha Tani Padi propinsi ini disampaikan oleh Ketua Tim Ir. Sadi Rosady menyampaikan bahwa teknologi merupakan aspek penting dalam intensifikasi pertanian dalam meningkatkan produktifitas. Hasil yang diperoleh secara rata rata dari sampling ubinan yang dilakukan penilaiannya di Subak Blahkiuh mencapai sebesaar 9.31 ton gabah kering giling (GKG). Peningkatan ini sudah jauh diatas rata rata hasil panen di bali. Hal ini juga merupakan hasil nyata pola intensifikasi pertanian telah berjalan baik di Kab Badung, dukungan dan peran para penyuluh, dan organisasi subak. Berkenaan teknologi yang diaplikasikan saat ini selama member manfaat nyata pada petani dapat digunakan guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan para sahabat petani. Selain itu, teknologi ini sangat ramah lingkungan dengan pola memperbaiki ekosistem tanah dan mempercepat pengembalian kesuburan tanah.

Berita : http://www.bisnisbali.com/2008/10/18/news/agrohobi/fg.html

Kamis, 23 Oktober 2008

PANEN KEDELAI MENINGKAT 40% DENGAN SUPERFARM

Bantul, 11 Oktober 2008

Pertanian organik saat ini menjadi suatu alternatif mengatasi permasalahan industri pertanian saat ini. Dengan pengembalian bahan organik dapat mengembalikan kesuburan tanah, peningkatan produktifitas pertanian dan menurunkan biaya produksi. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian petani.

Pada Kelompok Tani SRI REZEKI, di Dusun Bargan, Mulyodadi, Bantul, Yogyakarta selaku juara lomba intesifikasi kedelai tingkat propinsi DIY, kembali membuktikan produktifitas yang memuaskan dalam pelaksanaan panen raya kedelai varietas Baluran kali ini. Dengan teknologi pertanian organik superfarm, yang diaplikasikan pada lahan seluas 10 hektar ini terjadi peningkatan produktifitas yang sangat tinggi. Dari kebiasaan petani dengan metode konvensional hasil panen kedelai rata rata diperoleh adalah sebesar 1,4 ton per hektar, dan saat ini dengan teknologi pertanian organik yang diaplikasikan menghasilkan 1,97 ton per hektar, atau terjadi peningkatan mencapai 40% dengan penurunan biaya pemupukan mencapai 20%, demikian disampaikan Bapak Wagiyo selaku ketua kelompok tani.

Disampaikan oleh Satria Khresna Wardhana selaku , Direktur PT. Greenland Niaga Indonesia bahwa teknologi pertanian organik Superfarm yang digunakan pada lahan panen raya ini adalah penerapan teknologi organik Superfarm secara menyeluruh meliputi upaya pengembalian kesuburan tanah dengan menggunakan teknologi decomposer, pemenuhan nutrisi tanaman baik unsur makro maupun mikro serta pengendalian hama terpadu organik. Dengan aplikasi teknologi ini, mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi industri pertanian saat ini seperti kelangkaan dan kemahalan pupuk saat ini.

Pada acara panen raya ini Wakil Bupati Bantul Dsr. Sumarno, PRS, menyampaikan bahwa peningkatan produktifitas pertanian seperti saat ini menunjang sekali program pertanian Kabupaten Bantul, yaitu Meningkatkan hasil produksi pertanian, menekan biaya produksi dan perlindungan harga pasca panen. Sehingga kesejahteraan dan kemandirian pertanian terwujud.
Kepala Dinas pertanian Propinsi DIY, Ir. Nanang Suwandi, MMA menyampaikan bahwa saat ini kebutuhan akan benih kedelai sangat besar. Dengan lahan pengembangan kedelai seluas 30.000 hektar, berarti diperlukan benih kedelai hingga 1.200 ton. Dan hal tersebut merupakan suatu potensi pasar yang besar bagi para petani penangkar kedelai. Dengan hasil panen kali ini diharapkan akan terus terjadi peningkatan di dusun Bergan, Mulyodadi sehingga mampu untuk secara bertahap memenuhi kebutuhan benih kedelai di masa mendatang.

Pada acara kali ini juga dihadiri dan disaksikan oleh Kadipertahut kabupaten Bantul, Eddy Suharyanta, MM., gabungan kelompok tani dan para petani sekitar.

http://koranjogja.com/web/index.php?option=com_content&view=article&id=3097:petani-bantul-panen-kedelai-bibit&catid=99:bantul&Itemid=356

http://www.bantulkab.go.id/berita/307.html

Senin, 08 September 2008

SUPERFARM, MENINGKATKAN PANEN GABAH DI KENDAL

SEMARANG & SEKITARNYA
30 Agustus 2008
Pupuk Organik SUPERFARM, Tingkatkan Produksi Gabah
KENDAL-

Penggunaan pupuk organik terhadap budi-daya tanaman padi dirasakan sejumlah petani, secara signifikan meningkatkan produksi panenan. Beras yang dihasilkan dari budi-daya ini, juga lebih aman untuk dikonsumsi manusia. H Abdul Rahman Sumanto (54) petani yang beralamat di RT 3 RW 3 Desa Kumpulrejo Kecamatan Kaliwungu , Kendal merasakan hal tersebut. ’’Musim tanam ini, sepenuhnya saya menggunakan pupuk organik cair untuk tanaman padi pada lahan seluas sekitar enam hektare di Desa Karangtengah serta Kumpulrejo. Kalau dibanding dengan pupuk anorganik, produksi padi yang dihasilkan lebih banyak dengan memakai pupuk organik,’’ tutur Sumanto di sela-sela mengikuti sarasehan pupuk organik superfarm di balai Desa Kumpulrejo, Rabu (27/8) siang. Ketika menggunakan pupuk organik, imbuh dia, produksi dari lahan seluas sekitar 0,7 hektare mencapai 5,5 ton gabah kering panen (GKP). ’’Setelah memakai pupuk cair semi organik, produksi GKP dari lahan dengan luasan yang sama meningkat mencapai 7,1 ton. Biaya untuk pembelian pupuk organik dari proses menanam hingga panen juga lebih ringan. Jika memakai pupuk anorganik menelan dana Rp 950 ribu, sedangkan pupuk organik cair Rp 850 ribu.’’ Pemakaian pupuk untuk lokasi juga cenderung lebih mudah, karena sifatnya cair pupuk organik yang telah dicampur air sesuai takaran, selanjutnya disemprotkan ke tanaman padi. Untuk proses tanam hingga panenan, diperlukan tiga macam pupuk organik. Yakni, disemprotkan ke tanah sebelum tanam, bagi tanaman padi dan keperluan pengendalian hama. ’’Harga jual gabah dengan memakai pupuk organik juga lebih tinggi, lantaran hasil produksinya ramah lingkungan.’’

Kegiatan sarasehan diikuti puluhan petani di wilayah Kaliwungu, petugas penyuluh pertanian dan petugas dari Dinas Pertanian Provinsi Jateng. ’’Pupuk cair organik yang kami produksi, merupakan hasil pengolahan dari bahan-bahan alami, seperti kompos dan mikro organisme. Tak jauh berbeda dengan racun pengendali hama yang kita produksi. Misal, racun tikus dibuat dari bahan jengkol dan kotoran kambing, jamur pohon dibuat dari kunir dan laos, belalang sundep dari daun mimba, biji mahkota dewa, mahoni, serta pembasmi ulat dari daun teh, tembakau, atau daun mimba,’’ papar Direktur PT Greenland Niaga Indonesia selaku produsen SUPERFARM, Satria Khresna Wardhana. (G15-16) ------------ http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=28544

SUPERFARM: PUPUK ORGANIK TINGKATKAN PRODUKTIFITAS

PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PADI DENGAN APLIKASI SUPERFARM

Kamis, 28 Agustus 2008 11:27 WIB

KENDAL, KOMPAS -

Pengembangan pertanian dengan menggunakan pupuk organik dapat mendorong produktivitas lebih baik dibanding pertanian yang memakai produk kimia. Selain itu, biaya operasional petani juga lebih efisien. Hal itu dibuktikan petani di Desa Kumpulrejo, Kaliwungu Utara, Kendal, ketika memperoleh hasil panen di musim tanam ketiga yang lebih baik dibanding musim tanam sebelumnya. "Musim tanam lalu, saya hanya memperoleh hasil 5,5 gabah kering panen (GKP) dari lahan seluas 0,75 hektar, setelah menggunakan produk organik hasilnya bertambah menjadi 7,1 ton," ujar Abdul Rahman Sumanto (54), salah satu petani di Desa Kumpulrejo, Rabu (27/8).

Padahal saat ini, Sumanto mengakui, harga GKP dari petani mencapai Rp 2.650 per kilogram. Artinya, Sumanto dapat memperoleh selisih keuntungan Rp 4.240.000 lebih banyak dari lahan seluas 0,75 hektar atau Rp 33,92 juta dari lahan seluas enam hektar yang dimilikinya.
Selain itu, lanjut Sumanto, penggunaan pupuk organik juga membuat biaya operasionalnya lebih hemat 30 persen. "Hal itu karena bahan organik lebih murah daripada yang kimia. Pada musim tanam ini, saya bisa mengurangi pemakaian pupuk urea hingga 40 persen dan menggantinya dengan pupuk organik," ucap Sumanto.

Supari (65), petani di Desa Sukomulyo, Kaliwungu Selatan, yang juga menggunakan pupuk organik, mengakui, dapat menjual hasil panennya seharga Rp 11,5 juta dari lahan seluas 500 meter persegi. "Padahal, sebelumnya hanya Rp 7 juta," ucapnya.

Direktur PT Greenland Niaga Indonesia Satria Khresna Wardhana selaku produsen pupuk berbasis teknologi organik, mengakui, untuk membuat petani mengubah pola kebiasaannya dari anorganik menjadi organik tidaklah mudah. Hal ini mengingat tingginya tingkat ketergantungan petani terhadap produk kimia seperti pupuk urea. Lagipula, proses beralihnya tidak bisa sekaligus karena tanah dan tanaman sudah telanjur bergantung pada produk kimia," katanya. Untuk itu, lanjut Khresna, pihaknya akan mengupayakan petani mau mengganti produk kimia secara bertahap dengan menyosialisasikan manfaat nyata dari penggunaan pupuk organik. "Setidaknya proses transisi itu memerlukan 4-6 kali musim tanam, baru petani bisa sepenuhnya beralih menggunakan produk organik," ujarnya.

Staf Sarana Produksi Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (PTPH) Jawa Tengah Sri Winarti mengatakan, selain dapat meningkatkan produktivitas, pemakaian pupuk organik juga dapat memperbaiki struktur tanah. "Pemakaian produk kimia secara terus-menerus telah merusak struktur tanah dan membuat petani susah untuk beralih," ungkapnya.
Sri Winarti menambahkan, Dinas PTPH Jateng juga menyediakan 55.000 ton pupuk organik bersubsidi bagi petani untuk tahun 2008 ini. "Tahun depan, subsidi tersebut diharapkan dapat meningkat," katanya. (ILO)---------------http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/28/11275233/pupuk.organik.dorong.produksi

SUPERFARM:
Mengucapkan selamat atas panen dengan peningkatan hasil yang baik untuk Bapak Sumanto, Baka Supari, dan para sahabat petani lain di kaliwungu. TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN MENGGUNAKAN SUPERFARM

Panen meningkat 30% setelah gunakan pupuk organik SUPERFARM

KENDAL - Penggunaan pupuk organik terbukti dapat meningkatkan hasil panen sejumlah petani di Kendal. Tidak tanggungtanggung, hasil panen meningkat sekitar 30% dibanding panen tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, biaya operasinal juga dapat ditekan hingga 20%. ’’Sebelumnya saya menggunakan pupuk non organik, sawah saya seluas 0,7 hektar hanya mampu panen 5,5 ton. Tapi setelah saya menggunakan pupuk organik, panen meningkat sampai 7 ton. Selain itu biaya pengolahan juga lebih murah,’’ ujar H abdul Rahman Sumanto (54), seorang petani asal Kumpulrejo RT 3 RW III, Kecamatan Kaliwungu, kemarin.
Menurutnya, sebelumnya dia sempat tidak mau saat dianjurkan untuk menggunakan pupuk organik, karena khawatir hasil panen akan menurun. Namun setelah membuktikan sendiri, ternyata hasil panen meningkat tajam dan biaya opersinal lebih murah hingga 20%.


Petani lain, Supari (65) warga Sukomulyo RT 2 RW V, Kecamatan Kaliwungu Selatan juga mengatakan hal senada. Menurutnya, sebelum menggunakan pupuk organik, lahannya seluas 1,25 bahu yang ditanami padi hanya mampu menghasilkan gabah 6-7 ton. Tapi setelah menggunakan pupuk organik, hasil panennya meningkat tajam sampai 10 ton. ’’Saya sangat kaget setelah mengetahui hasil panen meningkat tajam. Padahal sebelumnya tidak pernah panen sebesar ini,’’ jelasnya.

Sementara Direktur PT Greenland Niaga Indonesia Satria Khresna Wardhana mengatakan, penggunaan pupuk organik memang terbukti dapat meningkatkan hasil panen padi, semangka, atau pun buah-buahan yang lain. Diakui, pemakaian pupuk organik terbilang irit dan ramah lingkungan, karena pupuk organik terbuat dari bahan alami. Ada tiga jenis pupuk yang fungsinya berbeda. Pupuk pertama berfungsi mengembalikan kesuburan tanah, kedua untuk memberi makanan tanaman dan ketiga berfungsi untuk mengendalikan hama.
’’Dengan menggunakan pupuk organik, kita bisa mengembalikan kesuburan tanah dan tidak akan meninggalkan warisan lingkungan rusak kepada anak cucunya,’’ tambahnya. Mar/Jon-----http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=25584&Itemid=55

Minggu, 07 September 2008

SUPERFARM: PANEN PADI PANDAN WANGI MENINGKAT 40%

Bantul, 23 Agustus 2008

Acara panen raya dengan menggunakan teknologi berbasis organik SUPERFARM di kabupaten Bantul dilakukan di dusun Tirto, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak dihadiri oleh Wakil Bupati Bantul, H.Sumarno, Kadinas Dipertahut , tokoh masyarakat pertanian dan para petani sekitar, Sabtu (23/8). Pada panen raya ini dilakukan perbandingan dengan mempelajari teknologi pertanian berbasis organik dengan pola tanam konvensional.


Dan ternyata dengan menggunakan teknologi pertanian berbasis organik menghasilkan panen yang lebih baik. Hasil perhitungan ubinan varietas Pandan Wangi dengan teknologi organik SUPERFARM mencapai hasil 10.08 ton per hektar berbanding dengan hasil pola tanam konvensional sebesar 7,2 ton per hektar, atau dengan teknologi organik meningkatkan hasil sebesar 40% dengan biaya pemupukan yang lebih efisien sampai dengan 20%, demikian disampaikan Suwahyo, ketua gapoktan Trimanunggal Sedyo, Triharjo, Pandak Bantul, selaku pelaku dan pemilik lahan.

Wakil Bupati Kabupaten Bantul, H. Sumarno menyampaikan bahwa dengan semangat GERBANG DAYA – Gerakan Bangkit dan Pemberdayaan, Kabupaten Bantul, pertanian merupakan faktor penting dalam pemberdayaan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantul. Peningkatan seperti dalam panen raya ini harus dipertahankan dan ditingkatkan dalam sekala lebih besar lagi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Dipertahut kabupaten Bantul, Edy Suharyanto bahwa salah satu upaya peningkatan hasil pertanian adalah dengan memanfaatkan bahan organik untukperbaikan ekosistem. Terutama dalam mengantisipasi harga beras global yang tinggi, dihimbau agar lahan pertanian agar selalu produktif.

Menurut Satria Khresna Wardhana, selaku Direktur dari PT. Greenland Niaga Indonesia menyampaikan bahwa teknologi pertanian berbasis organik SUPERFARM adalah dengan memperbaiki dan mengembalikan kesuburan tanah, pola pemupukan yang tepat dan efisien, dan pola pengendalian hama terpadu yang bersahabat dengan lingkungan. Disampaikan pula bahwa dengan aplikasi teknologi organik secara menyeluruh, dapat turut mengatasi permasalahan kelangkaan dan kemahalan pupuk saat ini. Harapan dari pemerhati pertanian ini adalah teknologi SUPERFARM yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata kepada para sahabat petani khususnya di Kabupaten Bantul.

Pada acara panen raya tersebut terjadi komunikasi terbuka antara produsen SUPERFARM dengan para pelaku dan pemerhati pertanian dan peternakan berkaitan dengan teknologi organik, antara lain dalam hal memanfaatkan jerami sebagai pupuk organik, pola pengembangan industri peternakan penggemukan sapi dan ayam dengan teknologi organik dalam mengantisipasi harga pakan yang semakin mahal, dan manfaat jangka panjang yang akan diperoleh melalui teknologi organik.

Rabu, 07 Mei 2008

Panen Meningkat 37% Mbah Wardono


Alhamdulillah, begitulah ucapan rasa syukur yang diucapkan 
oleh Mbah Wardono setelah melihat dan menghitung hasil panen
padi pada tanggal 31 Mei 2008 lalu. Mbah Wardono yang juga
selaku ketua GAPOKTAN kecamatan Catur Harjo, Pandak, Bantul, DI Yogyakarta
mengaku sangat puas menggunakan produk produk pertanian dari
SUPERFARM, karena memberikan hasil nyata dalam perbaikan
struktur hara tanah dan juga peningkatan produktifitas tanaman.
Si Mbah, beliau biasa dipanggil, menyadari bahwa tanah yang diolah
saat ini sudah semakin miskin unsur haranya karena terlalu banyak
unsur kimia di dalam tanah. "Wah, sekarang ini tanahnya semakin keras
pak..., juga jarang belut sama cacing..., tidak sama dengan zaman biyen
(dahulu)..." begitu disampaikan.

Sekarang ini si Mbah, memasukan pupuk kandang dan bio masa hayati yang
telah difermentasikan dan sudah merasakan perbedaannya, tanah lebih
lembut dibajaknya, tidak gatel, dan hasil panen meningkat.

Dari hasil ubinan, si Mbah, melakukan 2 uji aplikasi pada lahan yang
dimiliki yaitu perlakuan Full Organik dan Semi Organik.
Hasil aplikasi Full Organik, yaitu dengan hanya mengembalikan unsur hara tanah menghasilkan varietas
Pandan Wangi sejumlah 9.44 ton/hektar, lahan lain tanpa aplikasi superfarm sekitar 7,5 ton /hektar
atau meningkat sebesar 25%. Ketika ditanyakan bagaimana si Mbah melakukan budidaya padi organik,
disampaikan bahwa lahan pertama-tama dibajak kemudian ditaburi dedauan hijau dan hasil fermentasi
jerami yang dicampur dengan kotoran ayam petelur fermentasi (dengan menggunakan decomposer),setelah
1 minggu lahan yang sudah dibajak ditebar kompos dan disemprot dengan
decomposer sebanyak 1 liter, kemudian di garu (di ratakan) untuk menjadi ler – leran dan didiamkan
selama 2 hari. Tanpa penambahan pupuk kimia apapun. Setelah tanaman berumur 50 hari atau biasa dikatakan
jebrol / meteng susu, disemprotkan PPC Semi Organik SUPERFARM dengan dosis 5 tutup per tangki (15 liter).
hal itu saja yang dilakukan...

Hasil ubinan penggunaan SUPERFARM dengan cara semi organik, menghasilkan padi varietas IR 64 sebesar
10,32 Ton per hektar dari rata rata sekitar 7.5 ton/hektar, atau terdapat peningkatan sebesar 37%.
Pola tanam yang dilakukan adalah lahan dibajak, kemudian ditaburi kompos +/- 150 kg/1000m2. Kemudian
disemprot dengan Decomposer SUPERFARM dan dibiarkan menjadi ler-leran kurang lebih 3 hari. Kemudian
bibit padi ditanam. 1 Minggu setelah tanam diberi urea tablet dan pada umur 21 hari dilakukan
disebar pupuk phonska 7 kg. Pada saat tanaman padi akan jebrol disemprot PPC 5 tutup per tangki.
Perhitungan ubinan yang disaksikan petani sekitar serta diketahui PPL setempat, mengakui bahwa dengan aplikasi teknologi berbasis
organik SUPERFARM, dapat memberikan manfaat nyata pada petani, dengan peningkatan hasil panen.

Atas nama Manajemen SUPERFARM, kami mengucapkan terima kasih pada mbah Wardono atas kepercayaan menggunakan produk
SUPERFARM, harapan kami, teknologi kami dapat turut serta meningkatkan kesejahteraan para sahabat petani khususnya di
Catur Harjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. (Str)

Kamis, 13 Maret 2008

Teknologi Pembuatan SILASE 3 Hari - SUPERFARM



  • PEMBUATAN SILASE PAKAN TERNAK (SAPI) SUPERfarm


    Tujuan pembuatan silase:
    Meningkatkan kualitas pakan
    Menghilangkan bakteri pathogen dan meningkatkan bakteri yang menguntungkkan
    Pengawetan pakan yang berlimpah
    Penghematan biaya tenaga kerja, pengangkutan rumput
    Pakan berupa rumput dapat tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang cukup

    Persiapan Pembuatan Silase

    1. Gudang

    Syarat gudang:
    Terbuat dari bahan yang kuat tidak mudah roboh
    Sirkulasi udara baik
    Atap terbuat dari bahan yang tidak bocor (syarat terpenting)
    Dinding terbuat dari bahan yang kuat dan tidak tembus terkena tempias air hujan
    Lantai diberi palet kayu (syarat penting bahan tidak menyentuh lantai / 10 – 30 cm dari lantai)
    Sanitasi terpelihara baik

    2. Bahan dan alat
    Jerami padi/Rumput atau serasah tanaman/bagase/rumput gajah/jagung dll.
    Air
    Plastik penutup
    Dedak atau bahan lain yang mengandung protein
    Molase/tetes/gula-gulaan (bila ingin ideal dan sangat cepat)
    Stimulan cattle pedaging

    Pembuatan Silase:
    a. Pembuatan larutan bakteri.
    1 liter stimulant diencerkan dalam 40 liter air (kebutuhan air sebagai pengencer disesuaikan dengan kadar air bahan, bahan (adonan) yang dicampur dengan larutan bakteri memiliki kadar air 30-40%)
    Molase 1/20 bagian air dan dilarutkan dalamm air yang digunakan
    Larutan bakteri tersebut diadaptasikan minimal 2 jam, kemudian digunakan
    1 liter stimulant digunakan untuk membuat silase sebanyak 1 ton bahan baku

    b. Teknis pembuatan silase
    Jerami/rumput atau serasah sebagai bahan baku utama disusun dengan lebar 1.5 – 2 meter dan panjang sesuai kebutuhan.
    Jerami disusun dengan ketebalan 15-20 cm, kemudian ditaburi dedak atau bahan lain yang mengandung protein sebagai bahan pengganti
    Tumpukan jerami yang telah ditaburi dedak disiram dengan larutan bakteri hingga lembab (kadar air 30-40%)
    Teknis pembuatan tersebut ( b dan c ) terus dilakukan hingga bahan baku habis dengan ketinggian 2-3 meter atau sesuai kebutuhan
    Pada akhir pembuatan, tumpukan jerami ditutup plastic dan diadaptasikan minimal 3 hari kemudian siap digunakan
    Silase dapat bertahan lebih dari 6 bulan

Senin, 11 Februari 2008

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK / KOMPOS DALAM 5 HARI


Teknologi berbasis organik SUPERFARM, melalui salah satu produk yaitu DECOMPOSER SUPERFARM mampu melakukan penguraian pupuk kandang / sisa biomasa tanaman selama 5 hari.
Adapun metode pembuatan adalah sebagai berikut:
Persiapan bahan / Peralatan:
1. DECOMPOSER SUPERFARM 1 botol (1 liter) untuk media 1 TON kotoran sapi/ayam/kambing./sisa biomasa tanaman.
2. 15 - 20 liter air
3. Biomasa tanaman (Daun daun/Jerami)/Arang sekam/Cocopit/.
4. Ember

Pelaksanaan:
1. Campurkan kotoran sapi/ayam/kambing dengan material bahan lain poin no.3. Komposisi dianjurkan adalah 7 bagian kotoran dicampur dengan 3 bagian bahan organik sisa (total 1 ton bahan).
2. Campurkan / semprotkan secara merata DECOMPOSER yang telah dilarutkan dalam air 15-20 liter air hingga kondisi lembab (bila digenggam tidak meneteskan air)
3. Setelah diaduk kemudian di tempatkan pada lokasi terlindung dan kemudian ditutup oleh karung/terpal atau lainnya.
4. Diamkan selama 3 hari, karena pada saat tersebut suhu akan meningkat, kompos dibuka dan direnggangkan untuk menguapkan gas sampai suhu turun. Setelah dingin ditutup kembali.
5. Setelah diproses selama 5 hari kompos dapat digunakan.


Untuk keterangan lebih lanjut dapat email melalui: Superfarm.forum@gmail.com

SUPERFARM

Sabtu, 02 Februari 2008

SUPERFARM TEKNOLOGI PERTANIAN ORGANIK

PERMASALAHAN TANAH DAN PEMECAHAN DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK SUPERFARM



Permasalahan yang timbul sekarang ini salah satu faktornya adalah hasil perlakuan kita pada alam khususnya lahan / tanah yang dijadikan media tanam. Tanah bila diibaratkan kendaraan andalah MESIN dari mobil. Dan dalam pertanian MESIN dari tanaman adalah TANAH. Tanah sekarang ini cenderung sudah tidak subur, terlihat dari keadaan fisik tanah (kegemburan), tingkat PH tanah yang sudah cenderung masam, kehidupan dalam tanah yang berkurang (belut, dll). Salah satu faktor penyebabnya adalah perlakuan atas tanah yang ‘mohon maaf, bila dapat dirasa kurang bijaksana’ atas penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, pemakaian pestisida yang tidak terkontrol, dan tidak ada upaya pemeliharaan tanah secara tepat dan baik…

Bertahun tahun, bila tidak salah sejak di dengungkannya revolusi hijau tahun 1971 atau sekitar 36 tahun, tanah kita dipacu produksinya dengan penggunaan pupuk kimia, yang semakin lama dibutuhkan dosis yang lebih besar untuk meningkatkan / mempertahankan produksi. Sekarang ini telah terasa dampaknya yaitu tanah yang sudah lelah dan butuh pemeliharaan secara tepat dan baik untuk mengembalikan unsur hara / kesuburannya. Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, menyebabkan ketidakseimbangan unsur makro yang dibutuhkan oleh tanah. Sehingga menyebabkan tanah menjadi mengeras dan terindikasi menjadi lebih masam. Pada saat tanah masam, bakteri bakteri pathogen berkembang dengan pesatnya sehingga upaya penguraian unsur hara tanah tidak menjadi optimal sebagai bahan pakan alami tanaman.


Teknologi SUPERFARM untuk perbaikan tanah adalah dengan menggunakan DECOMPOSER SUPERFARM, Dimana terkandung didalamnya bahan organik dan mikroorganisme yang mampu memperbaiki PH tanah, kesuburan tanah.



DECOMPOSER :
Mekanisme kerja Decomposer :
1. Menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan / pathogen
2. Meningkatkan aktifitas biota tanah yang menguntungkan
3. Menetralisir PH Tanah
4. Menetralisir kadar racun tanah akibat penggunaan pupuk kimia
5. Melapukan bahan organik
6. Menguraikan bahan organik menjadi senyawa organik yang mudah diserap

Manfaat dan keunggulan decomposer:
1. Mempercepat proses pengomposan bahan organik ( 3 – 5 ) hari
2. Meningkatkan kualitas bahan organik
3. Menghilangkan bau busuk pada bahan organik
4. Mudah digunakan dan diaplikasikan
5. Menekan biaya produksi
6. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk



Aplikasi penggunaan DECOMPOSER untuk kesuburan tanah adalah sangat mudah dan praktis.
Digunakan pada pembuatan kompos - WAKTU 5 – 7 HARI
Digunakan langsung pada lahan sebelum penanaman.






NUTRISI PAKAN TANAMAN



Setelah faktor tanah diperbaiki, maka teknologi peningkatan pertanian dari SUPERFARM adalah pemenuhan kebutuhan pakan tanaman secara tepat via daun. Dengan menggunakan PPC Semi Organik SUPERFARM, dimana didalamnya terdapat unsure makro & mikro yang dibutuhkan tanaman, perlakuan secara tepat yaitu melalui penyemprotan, unsure unsure yang dibutuhkan oleh pakan secara tepat dapat diserap tanaman (lebih efektif bila dilakukan pada pagi hari sd jam 09.00).


Pada produk PPC Semi Organik terkandung nutrisi yang sangat lengkap untuk kebutuhan tanaman, sehingga dalam penggunaannya dapat menurunkan biaya dalam penggunaan pupuk kimia. Penggunaan PPC Semi Organik ini sangatlah PENTING untuk pertumbuhan dan menghasilkan produktifitas optimal pada tanaman.



PPC SEMI ORGANIK
Mekanisme kerja PPC Semi Organik :
1. Menyediakan nutrisi lengkap pada tanaman berupa unsure makro dan mikro dengan metode aplikasi secara tepat guna (via semprot- langsung pada stomata/pori pori daun)
2. Memacu pertumbuhan tanaman dengan adanya kandungan ZPT ( Zat perangsang tumbuh)
3. Memacu aktivitas mikro organism yang menguntungkan di dalam tanah
4. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit

Manfaat dan keunggulan PPC Semi Organik :
1. Tidak meninggalkan residu kimia pada tanaman dan tanah, sehingga aman digunakan disekitar manusia, hewan dan tanaman lain
2. Mudah digunakan oleh petani
3. Dengan kandungan makro yang terdapat didalamnya dapat mengefisiensikan penggunaan pupuk kimia, sehingga menurukan biaya produksi
4. Dapat digunakan untuk segala jenis tanaman
5. Meningkatkan produktifitas dan kualitas hasil pertanian
6. Dapat digunakan bersamaan dengan produk lain

Komposisi terkandung dalam PPC Semi Organik ;
Unsur Makro yang diperlukan tanaman: N, P, K, Ca, Mg

Unsur organik yang bersahabat:
Gadung, Kunyit, Sereh, dll : bahan organik yang secara alami memberi manfaat pertumbuhan dan pengendalian hama



PENGEDALIAH HAMA ORGANIK - PESTISIDA ORGANIK



Permasalahan lain pada tanaman yang memerlukan suatu perhatian lebih adalah penanganan HAMA tanaman. Teknologi organik PENGENDALI HAMA ORGANIK SUPERFARM, merupakan pestisida organik yang berfungsi mengendalikan hama tanaman agar tidak menyukai tanaman yang telah disemprotkan PH Superfarm dikarenakan aroma yang secara alami tidak disukai oleh hama tanaman. Selain itu, fungsi dari pestisida organic SF tidak membunuh secara langsung hama tanaman, namun dengan perlakuan merusak unsure kekebalan dan juga perkembangbiakan dari hama tanaman.



PENGENDALI HAMA ORGANIK
Adalah pestisida nabati berbentuk cair yang dihasilkan dari proses ekstrasi senyawa senyawa bioaktif dari tumbuhan tumbuhan organic di Indonesia

Mekanisme kerja Pengendali Hama Organik SUPERFARM:
1. Bereaksi sebagai racun yang merusak system syaraf hama (larva dan dewasa)
2. Mengeluarkan bau dan rasa menyegat yang dapat mengusir hama
3. Menghambat tumbuh dan perkembangan;
- Telur, lava dan pupa
- Pembentukan lapisan kulit pelindung, sehingga melemahkan atau mengurangi daya hidup hama
- Mencegah metamorfosis


Manfaat dan keunggulan PENGENDALI HAMA ORGANIK SUPERFARM :
1. Tidak menimbulkan residu kimia pada tanaman dan tanah
2. Meningkatkan kekebalan tanaman terhadap hama dan penyakit
3. Turut membantu pertumbuhan tanaman, meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman 4. Penggunaan pestisida (bila diperlukan) secara lebih bijaksana
5. Mengurangi biaya produksi

Komposisi terkandung dalam PENGENDALI HAMA ORGANIK SUPERFARM :
Bahan bahan organik nabati yang berfungsi sebagai pestisida organic yang berasal dari alam indonesia




Dengan APlikasi teknologi SUPERFARM, akan meningkatkan produktifitas pertanian dengan hasil yang meningkat dan menurunkan biaya produksi dengan hasil optimal.


Satria